Beli Mobil Bekas: Ketahui Beberapa Indikasi Berikut Saat Mengecek Rem Mobil Bekas

Membeli mobil memang cukup banyak pertimbangannya. Terlebih jika dihadapkan pada budget yang dimiliki. Jika memiliki budget berlebih, tentu akan lebih baik jika membeli mobil baru. Namun jika budget yang dimiliki terbatas sekalipun, Anda tetap bisa berkesempatan memiliki kendaraan beroda empat ini. Salah satu caranya dengan membeli mobil bekas. Banyak orang yang beranggapan negatif terkait beli mobil bekas . Lantaran dikhawatirkan kondisinya memiliki banyak kekurangan.

Memang dalam membeli mobil bekas perlu cermat dan teliti agar mendapatkan mobil yang masih bagus dan berkualitas. Mengajak teman atau saudara yang mengetahui seluk beluk tentang mobil sangat diperlukan agar bisa mengetahui kondisi mobil dengan tepat. Biasanya saat membeli mobil bekas, semakin berumur atau keluaran lama mobil tersebut maka harganya akan jauh lebih murah. Namun jangan hanya tergiur dengan penawaran harga yang murah saja, tetapi perhatikan juga performanya.

Salah satu komponen vital mobil yang perlu Anda pastikan kondisinya adalah sistem pengereman. Komponen ini berfungsi untuk memperlambat ataupun menghentikan laju roda kendaraan, sekaligus juga sebagai fitur keamanan. Pastikan saat melakukan test drive, Anda juga mengecek sistem pengereman mobil. Adapun kekurangan yang terdapat pada rem mobil bisa diketahui melalui beberapa indikasi berikut ini:

1. Rem terasa dalam saat di injak.

Cara mengecek rem mobil yang cukup sederhana adalah dengan melakukan pijakan dalam. Sebagai pembanding, pastikan Anda sudah mengetahui seberapa dalam pijakan pada rem yang normal. Jika merasakan pijakan terlalu dalam dari yang seharusnya, maka kondisi ini bisa menjadi indikasi master rem yang rusak.

2. Rem terasa keras.

Ketika menginjak rem dan mendapati terasa keras, maka ada kemungkinan terdapat kerusakan pada booster rem. Booster merupakan bagian yang berguna untuk membantu master rem memompa minyak rem. Ketika mengalami kerusakan, jumlah minyak rem yang harus dipompa juga akan semakin sedikit.

3. Indikator ABS menyala.

ABS merupakan sistem pengereman dimana mampu mencegah roda terkunci saat melakukan pengereman mendadak. Fitur ABS ini biasanya sering disematkan pada mobil-mobil keluaran terbaru. Namun yang perlu diketahui, ABS ini juga bisa mengalami masalah. Saat test drive dan mendapati indikator ABS pada dashboard terus menyala, hal ini bisa mengindikasikan adanya gangguan pada sistem ini.

4. Rem terasa bergetar.

Kondisi rem bergetar bisa dirasakan ketika mobil dipacu dengan kecepatan 80 hingga 100 km per jam. Bila saat melakukan pengereman terasa pedal bergetar, maka bisa menjadi indikasi yang serius. Dimana bisa dikarenakan piringan cakram menipis atau bergelombang. Anda bisa mengecek kondisi cakram rem untuk mengetahui kondisi pastinya.

5. Rem tidak pakem.

Coba kendarai mobil pada jalanan lurus dengan kecepatan sedang, kemudian lakukan pengereman. Jika terasa rem tidak pakem, maka kemungkinan ada yang tidak beres. Hal ini bisa dikarenakan kondisi master rem atau kampas rem yang telah rusak. Distribusi oli yang tidak optimal dari master rem juga bisa mempengaruhi kinerja sistem pengereman mobil. Sedangkan kondisi kampas yang sudah tipis juga bisa menjadi penyebab rem tidak pakem lagi.

6. Rem terdengar suara berdecit.

Ketika melakukan test drive dan menguji sistem pengereman, perhatikan apakah ada suara yang muncul saat dilakukan pengereman.

Itu tadi beberapa kekurangan kondisi rem dan indikasinya yang bisa Anda ketahui saat test drive. Pastikan saat beli mobil bekas, sistem pengereman tidak luput dari perhatian karena fungsinya sebagai bagian keamanan mobil.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *